Sabtu, 30 April 2011

15 Hewan Teraneh dan Unik di Dunia

Dunia ini dipenuhi dengan makhluk hidup yang aneh. Dari vertebrata hingga invertebrata, banyak makhluk hidup yang berbeda dari lainnya. Di sini akan dibahas 15 dari hewan-hewan teraneh di dunia.
1. Raja Heriang
Burung Heriang biasanya terlihat sebagai burung yang hitam, jelek dan membosankan. Namun, Raja Heriang adalah hewan yang berwarna-warni. Tubuhnya berwarna putih di bagian atas dan putih di bagian bawah, sementara kepalanya ditutupi berbagai warna mulai dari merah, oranye dan kuning sampai biru dan ungu. Ia juga punya pial di kepalanya. Heriang tidak punya pangkal tenggorokan tetapi mereka masih bisa mengeluarkan suara keras. Menurut mitologi Smuku Maya, burung ini merupakan penyampai pesan dari Tuhan.
2. Kepiting Laba-laba Jepang
Artropoda terbesar di dunia, kepiting besar ini mempunyai kaki yang panjangnya bisa mencapai 4 meter (13 kaku) dan beratnya 20 kilogram (44 pound). Mereka juga bisa hidup ribuan tahun.
3. Laba-laba Laut
Hewan yang bentuknya seperti laba-laba ini tinggal di kedalaman yang berbeda-beda di laut. Karakteristik yang paling menonjol selain tempat tinggalnya adalah kakinya yang besar (kalau dibandingkan dengan badannya). Mereka tidak memiliki sistem respirasi, tapi menggunakan difusi untuk bertahan hidup. Yang terbesar dari jenis ini adalah spesies Colossendeis colossea.
4. Kalajengking Cambuk
Arakhnida menakutkan ini memiliki pedipalus (penjepit) besar dan “cambuk” di tepi perut mereka. Yang lebih menakutkan adalah, hewan ini dapat menyemprotkan berbagai cairan kimia dari perut mereka, termasuk asam semut (asam formiat) (CH2O2), klorin dan campuran asam asetat (C2H4O2) dan asam oktanoic (C8H16O2), tergantung dari spesies mereka. Semprotan terakhir mereka baunya seperti cuka, karena itulah mereka juga disebut “Vinegarroons”. Hewan serupa yang termasuk kalajengking cambuk (juga dikenal dengan sebutan kalajengking cambuk tanpa ekor) dan kalajengking cambuk mikro.
5. Lele Terbalik
Seperti namanya, ikan dari Afrika ini seringkali ditemukan berenang dalam keadaan terbalik. Diperkirakan mereka melakukan hal ini agar mereka dapat menjangkau makanan di permukaan air, seperti telur serangga. Warna tubuh mereka juga terbalik, tidak seperti kebanyakan ikan, perut mereka lebih gelap dari bagian atas tubuh mereka. Hal ini berguna untuk kamuflasi saat menghadapi pemangsa di atas. Mereka adalah ikan peliharaan populer dan mungkin saja dalam waktu dekat dijual di pet shop setempat.
6. Beruang Air
Hewan kecil yang seperti ulat ini adalah salah satu makhluk hidup terhebat yang pernah ada. Mereka dapat hidup hampir di mana saja, mulai dari sumber air panas hingga daerah kutub. Hebatnya lagi, mereka dapat masuk ke cryonic state (keadaan temperatur sangat rendah) yang membuat mereka hampir sepenuhnya kebal dari kerusakan lingkungan. Mereka dapat bertahan hidup di suhu lebih dari 150 derajat Celcius dan bahkan mendekati suhu nol mutlak. Mereka dapat menahan tekanan besar, radiasi dan bahkan ruang hampa udara. Paling banyak ditemukan di lumut dan tempat-tempat basah lainnya.
7. Ngengat Vampir
Tidak semua kupu-kupu dan ngengat minum nektar, ngengat vampir kenyataannya minum darah. Hal ini dilakukan dengan menggunakan belalainya yang menembus kulit dan meminum darah targetnya. Dan, ya, mereka kadang-kadang menggigit manusia. Untungnya mereka tidak menyebabkan penyakit. Hanya jantan yang menggigit.
8. Megalopyge Opercularis
Ngengat jenis ini berbulu banyak, apalagi sebagai ulat. Terkenal dengan beberapa sebutan, seperti ngengat kucing/ ulat kucing, ngengat flanel selatan, dan ulat berbisa, ngengat ini lebih mirip dengan kucing Persia daripada ulat. Mereka mungkin terlihat lucu tapi JANGAN pernah menyentuhnya. Seperti kebanyakan ulat, serangga kecil ini memiliki sistem pertahanan: rambut mereka sebenarnya duri beracun. Menyentuhnya tidak akan membunuh, tapi akan melukai dan menyebabkan bekas. Pertolongan pertama sebaiknya dilakukan jika secara tidak sengaja menyentuh ulat ini. Mereka menggunakan bulu mereka sebagai kepompong.
9. Kumbang Penggerek Jerapah
Seperti yang dikira, kumbang penggerek ini memiliki leher yang panjang dan ramping (hanya jantan yang punya). Leher yang panjang ini membantu si kumbang penggerek untuk membangun sarangnya. Mereka juga berwarna-warni, sebagian besar tubuhnya berwarna hitam dan merah.
10. Paus Sperma
Paus Sperma (Physeter macrocephalus) adalah hewan terbesar dalam kelompok paus bergigi sekaligus hewan bergigi terbesar di dunia. Paus ini dinamakan karena bahan putih susu spermaceti yang terdapat pada kepalanya, dan pada awalnya dikira sebagai sperma. Kepala Paus Sperma yang besar dan bentuk keseluruhannya yang berbeda, ditambah lagi kemunculannya dalam novel Moby-Dick yang ditulis oleh Herman Mellville, membuatnya dikenal sebagai paus arketipe (archetype). Dikenal sebagai paus terkecil di dunia. Panjangnya tidak lebih dari ukuran manusia dewasa.
11. Cnemidophorus Uniparens
Kadal ini mungkin terlihat biasa dari luar, tapi setelah ditelaah lebih dalam, sebuah fakta mengejutkan terungkap: di beberapa spesies, seperti New Mexico Whiptail, seluruhnya adalah betina. Mereka mengalami Partenogenesis, yang merupakan pembuahan embrio tanpa jantan untuk menghasilkan keturunan. Meskipun demikian, kadal ini masih butuh “kawin” untuk meningkatkan kesuburan.
12. Andean Cock-of-the-rock
Betina dari spesies burung ini sebenarnya cukup normal, tetapi jantannya memiliki kepala aneh yang terlihat besar, merah/oranye dan menonjol. Bulunya berwarna merah/oranye di bagian depan, hitam di bawah dan sedikit keabuan. Mereka adalah burung nasional dari Peru.
13. Umang-umang Kelapa
Artropoda terbesar yang hidup didaratan (berat mencapai 4,1 kilogram), umang-umang ini dikenal suka memanjat pohon kelapa dan memakan buahnya. Tidak seperti umang-umang lainnya, hanya anak-anak yang memakai tempurung kulit. Yang lebih tua biasanya memakai tempurung kelapa. Warna mereka berwarna-warni, seperti oranye dan biru. Mereka dirumorkan suka mencuri benda berkilau.
14. KatakBerambut
Katak afrika ini mendapatkan namanya dari struktur kulit samping yang mirip rambut pada jantan. Rambut ini digunakan untuk meningkatkan laju si katak menyerap oksigen, karena jantan menghabiskan waktu yang lama untuk menjaga telurnya. Fakta mengesankan lain dari katak ini adalah mereka memiliki cakar yang bisa ditarik keluar yang terbuat dari tulang (sebagai lawam keratin). Namun, untuk mengeluarkan cakar ini, katak harus mematahkan tulang bintil terlebih dahulu.
15. Ikan Barreleye
Keberadaannya sebenarnya sudah teridentifikasi sejak tahun 1939. Namun, itu hanya dari spesimen yang telah mati. Ikan yang terlihat dalam foto tersebut berukuran panjang sekitar 15 sentimeter. Para peneliti dari Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI) memotretnya di perairan dalam dekat pantai tengah California. Ini adalah satu-satunya spesies ikan yang punya keunikan tersebut. Walaupun memiliki dua tonjolan di kepalanya, itu BUKAN mata. Matanya adalah dua bola hijau transparan di dalam kepalanya. Mata ini dapat digunakan untuk mencari makanan di atas atau melihat kedepan ketika memburu mangsanya.

Ikan Hagfish Makan Bangkai Melalui Kulitnya

Ikan Hagfish adalah ikan purba pemakan bangkai yang dipercaya memiliki hubungan dengan mahluk vertebrata tertua yang pernah ada. 
Ikan ini dikenal sebagai ikan yang memiliki cara makan yang menjijikkan. Bila ada bangkai yang teronggok di dasar laut, maka, ia akan mencari lubang di bangkai itu. Dari lubang itulah kemudian ikan Hagfish makan.
Saat makan pun, ikan Hagfish tak hanya melahap makanan dari mulutnya. Menurut penelitian yang dilaksanakan oleh para peneliti, ikan Hagfish ternyata juga makan melalui kulit dan insangnya.
Tak heran bila ikan buta ini berusaha untuk menelusup ke dalam lubang bangkai mahluk yang telah mati. Pasalnya, saat ia bisa masuk ke dalam, ia akan menyerap nutrisi berkonsentrasi tinggi.
Selama ini, hanya binatang invertebrata (yang tak punya tulang belakang) yang menyerap makanan mereka dari kulit, seperti cacing atau moluska. Namun, tidak ada binatang vertebrata (bertulang belakang) yang bisa melakukannya.
Ikan Hagfish
"Kemampuan lain yang dimiliki mahluk ini selain mengeluarkan kotoran yang tebal dan panjang saat ia diganggu, adalah organ tubuh mirip taring di dekat mulutnya yang berguna untuk mengeksplor lingkungannya," kata Carol Bucking, peneliti dari University of British Columbia dan Bamfield Marine Sciences Center Kanada, seperti dikutip dari situs LiveScience.
Peneliti membuktikan hal itu dengan memberikan dua jenis asam amino yang merupakan blok protein dasar yang dianalogikan sebagai nutrisi yang biasa dijumpai pada bangkai ikan.
Hasilnya, ikan Hagfish punya mekanisme molekuler pada jaringan kulitnya sehingga mampu memindahkan asam amino tadi ke dalam tubuhnya. Hasil penelitian itu sendiri telah dipublikasikan pada volume terbaru jurnal Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences.
Dengan demikian sistem pencernaan ikan Hagfish merepresentasikan sebuah transisi antara sistem yang digunakan oleh hewa invertebrata air lain seperti cacing, dengan vertebrata yang memiliki sistem pencernaan khusus seperti manusia.
 
Ikan Hagfish (sciblogs.co.nz)




Kelinci Raksasa Ditemukan di Spanyol

Pada suatu masa, kelinci bukanlah binatang kecil yang imut, pemakan wortel yang pandai melompat-lompat ke sana kemari. Sebab, sebuah penelitian yang telah dipublikasikan di Journal of Vertebrate Paleontology baru-baru ini, para peneliti menemukan fosil kelinci raksasa yang besarnya enam kali lebih besar dari kelinci modern yang kita jumpai saat ini.
Seorang pakar paleontologi (ilmu fosil hewan dan tumbuhan) Spanyol bernama Josep Quintana, baru-baru ini berhasil mendapatkan fosil kelinci raksasa yang diberi nama Nuralgus rex, dari sebuah batu di Pulau Minorca, Spanyol.
"Saya butuh empat tahun untuk bisa mendapatkan sampel tulang Nuralgus rex dari batu merah yang keras," ujar Quintana, peneliti dari Institute of Paleontology Barcelona, Spanyol, dikutip dari situs LiveScience.
Quintana harus menggunakan ratusan liter asam asetat, cuka yang berkonsentrasi tinggi untuk bisa menari fosil tengkorak kelinci raksasa ini. Ia memperkirakan, kelinci raksasa ini hidup sekitar 3-5 juta tahun silam.
Kelinci ini memiliki bobot seberat 12 kg, sepasang kaki yang lebih pendek, tulang belakang yang lebih pendek, sehingga ia sulit untuk melompat. "Saya pikir binatang ini seperti seekor kelinci yang dengan kikuk bisa berjalan. Bayangkan seperti seekor berang-berang yang keluar dari air," kata Quintana.
Dengan sepasang mata yang keci, kelinci ini memiliki penglihatan yang kurang tajam. Kelinci ini juga tak memiliki ciri khas kelinci modern lain, seperti telinga yang besar. Oleh karenanya, ia juga memiliki pendengaran yang kurang baik.
illustration of ancient, giant rabbit
Namun demikian, kelinci ini memang tak perlu khawatir dengan predator-predator yang bisa menyantapnya. Kelinci ini hanya bertetangga dengan kelalawar, dormice (binatang pengerat purba), dan kura-kura raksasa.
Berdasarkan cakarnya yang berbentuk melengkung, peneliti percaya bahwa binatang ini adalah penggali yang lihai, dan hidup mengandalkan tanaman umbi-umbian.
"Lebih dari 40 juta tahun terakhir keluarga kelinci diketahui memiliki ukran yang kurang lebih sama dengan kelinci modern. Kini penemuan kelinci raksasa menambahkan khasanah yang ada," kata Mary Dawson, ilmuwan kelinci dari Carnegie Museum of Natural History, Pittsburgh.
Penemuan kelinci raksasa ini memenuhi hukum yang berlaku di pulau itu. Hukum itu menyebutkan bahwa binatang yang besar, semakin lama akan semakin mengecil, karena persediaan makanan semakin menipis, sementara binatang yang kecil justru sering menjadi lebih besar, karena ketiadaan predator.
Ke depan, Quintana akan mengusulkan agar kelinci raksasa ini menjadi maskot untuk pulau Minorca. "Saya ingin agar kelinci raksasa ini menarik para pelajar dan wisawatan untuk berkunjung ke pulau ini," kata dia.

Ditemukan, Fosil Dinosaurus Langka

Sejumlah pekerja Suncor, perusahaan pertambangan yang tengah beroperasi di kawasan Fort McMurray, Alberta, Kanada, menemukan fosil dinosaurus langka yang diperkirakan berusia sekitar 110 juta tahun.

Ketika itu, Shawn Funk, operator mesin penggali mendapati gundukan tanah degan tekstur yang aneh dan material membentuk pola seperti berlian. Setelah mematikan mesin, bersama Michael Gratton, supervisornya, ia mengirimkan foto-foto temuan itu ke Royal Tyrrell Museum.

Temuan itu sangat menarik hingga museum mengirimkan ilmuwan dan teknisi ke lokasi. Dan dari penelitian, Donald Henderson, kurator Royal Tyrrell Museum, yakin bahwa kerangka dinosaurus yang utuh tersebut merupakan dinosaurus tertua yang pernah ditemukan di Alberta.

Dinosaurus itu jenis ankylosaurus, spesies dinosaurus darat yang langka dengan tulang berbentuk pelat yang melindungi tubuh.

Seperti diketahui, ankylosaurus merupakan hewan pemakan tanaman berkaki empat, bertulang kuat dan memiliki ekor seperti seperti tongkat yang kemungkinan berguna untuk pertahanan diri.

“Kami belum pernah menemukan dinosaurus di lokasi ini,” kata Henderson, seperti dikutip dari CBC news, 28 Maret 2011. “Berhubung kawasan ini sebelumnya merupakan laut, sebagian besar fosil yang ditemukan merupakan invertebrata seperti kerang dan siput,” ucapnya.

Henderson menyebutkan, reptil laut sudah sering ditemukan sebelumnya di kawasan ini, namun dinosaurus darat bukanlah hal yang lazim.

“Reptil raksasa terakhir yang ditemukan di sini adalah ichtyosaurus, yang ditemukan sekitar 10 tahun lalu,” kata Henderson. “Menemukan ankylosaurus sama sekali tak diharapkan. Bahkan penemuan hewan ini di kawasan lain juga sangat jarang,” ucapnya.

Kabar gembiranya, kata Henderson, fosil yang ditemukan dapat dilihat dalam 3 dimensi. “Kabar buruknya, bebatuan yang menyimpan fosil itu sangat keras,” ucapnya. “Batu itu lebih keras dibanding tulang fosil, dan untuk membongkarnya sangat membutuhkan kehati-hatian,” ucap Henderson.

Uniknya, operator yang menemukan gundukan fosil itu juga baru saja mengunjungi Royal Tyrell Museum pekan sebelumnya.

 
Fosil ankylosaurus yang ditemukan di Alberta, Kanada (cbc.ca)




Tigerfish, Ikan Buas Asal Afrika

Jika Amerika Selatan punya piranha, Afrika punya ikan serupa yakni tigerfish. Meski datang dari spesies yang sangat berbeda, kedua ikan tersebut terkenal sangat buas saat sedang memburu mangsanya.

Namun berbeda dengan piranha, tigerfish memiliki 32 gigi yang tersusun secara jarang yang saling mengunci antara gigi atas dengan bawah serta tubuh berotot yang didesain untuk bergerak secara cepat.

Uniknya, ikan ini memiliki kantung berisi udara di tubuhnya yang berfungsi sebagai sound receiver. Alat ini mentransmisikan getaran dari air hingga memungkinkan tigerfish mendeteksi akan adanya hewan di sekitar dan mengambil tindakan yang tepat.

Sekelompok tigerfish bisa menangkap hewan dengan ukuran apapun, termasuk hewan darat yang berada terlalu dekat di pinggir sungai. Tigerfish dewasa umumnya berburu dalam kelompok kecil, terdiri dari 4-5 ekor ikan, namun cukup berbahaya. Sebagai gambaran, satu ekor tigerfish bisa menangkap mangsa yang memiliki ukuran sebesar tubuhnya sendiri.

Angler Jeremy Wade, seorang pemancing profesional asal Inggris merupakan satu dari sedikit orang yang berhasil menangkap ikan tersebut. Ia berhasil mengalahkan tigerfish berukuran panjang 5 kaki atau sekitar 1,5 meter berbobot 45Kg setelah berupaya menangkapnya selama 8 hari.

“Ikan ini sangat jarang dan sulit ditangkap karena ia tinggal di kawasan yang sangat terpencil dan sulit dijangkau,” kata Wade, seperti dikutip dari River Monsters, 29 Maret 2011. “Tidak ada pemandu ataupun penginapan di kawasan sekitar tempat tinggal ikan ini di sungai Congo,” ucapnya.

Wade menyebutkan, ikan ini juga sangat berbahaya untuk ditangkap. “Jika Anda tidak berhati-hati, ia dapat dengan mudah mencopot jari Anda atau lebih buruk lagi,” ucapnya.

Saat makanan jarang ditemui dan persaingan untuk mendapatkan mangsa sangat berat, tigerfish juga dapat melakukan kanibalisme. Menurut penelitian, hal ini umum terjadi, khususnya di musim kering.

Ikan ini juga diketahui menyerang manusia. Serangan tigerfish bisa mematikan karena giginya yang tajam dan taktik berburunya yang sangat agresif.

 
Sekelompok tigerfish bisa menangkap hewan dengan ukuran apapun, termasuk hewan darat yang berada terlalu dekat di pinggir sungai. (weeklyworldnews.com)
 Satu ekor tigerfish bisa menangkap mangsa yang memiliki ukuran sebesar tubuhnya sendiri.

Pemanasan Global, Penguin Mati Kelaparan

Setiap tahun, sejak 1979, Wayne Trivelpiece dan Susan Trivelpiece, peneliti dari Antartic Ecosystem Research Division National Oceanic Atmospheric Association (NOAA) mendokumentasikan udara di kawasan semenanjung barat Antartika, di sekitar laut Scotia.

Tujuannya, mereka ingin mengamati siklus migrasi, makan, dan berketurunan penguin adelie dan chinstrap yang populasinya terus menurun dan bahkan ada pula yang punah.

Setelah mendapat data selama 30 tahun dari sejumlah tempat di sekitar Antartika, peneliti menyimpulkan bahwa penguin terancam tidak hanya karena ruang gerak mereka menyempit, tetapi juga karena kelaparan.

Sebagai informasi, kawasan di laut Scotia merupakan kawasan yang suhunya naik paling cepat di planet Bumi. Sejak 50 tahun terakhir, suhu di kawasan itu telah naik antara 5 sampai 6 derajat Celcius. Dampaknya, jumlah es yang ada di kawasan itu jauh berkurang. Demikian pula durasi keberadaan es.

Dalam laporan yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, Trivelpiece dan rekan-rekannya menyebutkan, penurunan jumlah krill, hewan laut serupa udang yang merupakan makanan penguin merupakan penyebab turunnya populasi penguin adelie dan chinstrap hingga 2,9 dan 4,3 persen per tahun.

Dari penelitian lebih lanjut, ternyata larva krill sangat bergantung dengan keberadaan es di laut sama halnya seperti penguin adelie (penguin chinstrap justru lebih menghindari es). Krill hidup dengan memakan ganggang  yang tumbuh di bagian bawah bongkahan es. Adapun dari pengamatan satelit, jumlah krill sejak tahun 1981 telah menurun hingga 80 persen.

“Anjloknya populasi penguin adalah karena tingginya kematian anak-anak penguin. Pasalnya, setelah induk penguin pergi mencari makan, anak-anak mereka berdiam menunggu sebelum ikut terjun ke laut mencari krill yang jumlahnya sudah semakin menipis,” kata Trivelpiece, seperti dikutip dari Sciencemag, 18 April 2011.

Tanpa bimbingan, kata Trivelpiece, kemungkinan mereka mengetahui apa yang harus dilakukan atau berhasil menemukan krill sangat rendah. Dalam beberapa tahun, hanya 10 persen penguin muda yang kembali ke darat setelah pergi mencari makan. Pada 1970-an, angkanya mencapai 50 persen.

Kondisi ini berbeda dengan spesies penguin Gentoo. Mereka mengajak anak-anak mereka berburu sebelum melepas anak-anak mencari makan tanpa dibimbing. “Ini membuat jumlah penurunan populasi penguin Gentoo tidak terlalu drastis,” ujar Trivelpiece.
 
Jumlah es yang menurun membuat krill, makanan para penguin juga menurun drastis. Pasalnya, krill hidup dengan memakan ganggang yang tumbuh di bawah bongkahan es. (paraorkut.com)


Kenapa Ukuran Tubuh Dinosaurus Bongsor?

 Argentinosaurus adalah dinosaurus berukuran terbesar, dibandingkan dengan dinosaurus lainnya.
Mahluk yang panjangnya mencapai 43 meter dan berbobot 90 ton itu masuk ke dalam kelompok mahluk raksasa yang dikenal dengan istilah sauropod.

Selama ini, ukuran raksasa mereka membuat para peneliti bertanya-tanya tentang bagaimana mahluk ini bisa tumbuh hingga sebesar itu, dan bagaimana mereka bisa menjaga tubuh mereka.
Seperti dilansir oleh Livescience, sauropod-sauropod berukuran besar membutuhkan udara dan makanan yang lebih banyak daripada mahluk-mahluk lain yang lebih kecil.
Bayangkan saja, kerabat Argentinosaurus yang berukuran lebih kecil, Mamenchisaurus, membutuhkan 100 ribu kalori per hari, untuk bertahan hidup.
Padahal nutrisi ini semuanya berasal dari dedaunan dan bahan tanaman lainnya. Mereka hanya memotong-motong dedaunan itu, sebelum menelannya. Namun, sauropod-sauropod biasanya tidak mengunyah makanan mereka.
"Mengunyah hanya akan membatasi ukuran tubuh mereka," kata P Martin Sander, Profesor paleontologi vertebrata dari University of Bonn Jerman. Seperti kebanyakan mamalia, kata dia, binatang yang mengunyah sangat bergantung pada otot dan gigi geraham untuk mengunyah makanan mereka.
Semakin besar ukuran tubuhnya, maka semakin besar energi yang dibutuhkan untuk mengunyah, dan ini tidak praktis bagi hewan sebesar sauropod yang membutuhkan banyak kalori untuk tubuhnya.
Mamenchisaurus memiliki leher panjang hingga 9 meter, membuat mereka leluasa menjangkau makanan, tanpa banyak menggerakkan tubuh mereka yang bongsor.
Ini juga didukung oleh kepala mereka yang kecil dan ringan, mengingat otak mereka diperkirakan hanya seberat 113 gram. Bandingkan dengan otak manusia yang beratnya sekitar 1,4 kg.
Padahal, bayi sauropod sendiri awalnya berukuran kecil. Telur-telur sauropod tidak lebih besar dari bola. Namun, telur ini tumbuh cepat sebesar 5,4 kg per hari.
Cepatnya pertumbuhan ini seiring dengan cepatnya metabolisme mereka. Para peneliti memperkirakan sauropod-sauropod ini pernah menjadi penduduk bumi selama sekitar 140 tahun

 
Mamenchisaurus (Wikidino.com)
Mamenchisaurus membutuhkan 100 ribu kalori per hari.